Berani Melangkah Satu Langkah Kelangkah Berikutnya

Kamis, 19 November 2015

Cara Merawat Wajah Saat dan Sesudah Mendaki

 Perawatan Wajah saat & sesudah pendakian [imagesource]
Mendaki gunung menjadi suatu kegiatan olahraga yang semakin berkembang di kalangan perempuan saat ini. Kegiatan yang cukup menguras energi ini seharusnya tidak menghambat kita untuk tetap memiliki penampilan yang prima. Berikut tips-tips yang perlu diperhatikan ketika menjelang pendakian, saat pendakian hingga setelah kembali dari pendakian:
Persiapan sebelum keberangkatan :
1. Olahraga rutin untuk melatih tubuh kita yang akan beradaptasi dengan perbedaan suhu dan cuaca alam pegunungan.
2. Biasakan mandi menggunakan air dingin. Mandi menggunakan air hangat tidak disarankan karena dapat membuat pori-pori kulit kita membesar yang berakibat pada mudahnya air dalam kulit kita menghilang sehingga membuat kulit menjadi mudah kering.
3.  Perhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi. Hindari makanan berlemak karena dapat memicu hormon yang memproduksi keringat kita lebih banyak. Konsumsi buah dan sayur menjadi pertimbangan penting untuk menjaga tampilan segar secara alami dari kulit kita. Cukupi kebutuhan air mineral untuk tetap menjaga daya tahan tubuh, hindari minuman berwarna seperti soda, kopi, dan teh.

Pada saat pendakian :
1.   Gunakan SUNBLOCK tabir surya dengan SPF minimal 30 atau yang sesuai dengan kebutuhan kulit kita untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari. Kulit yang kering dapat menimbulkan rasa gatal yang berakibat luka-luka kecil. Kondisi dengan suhu tertentu dapat mengakibatkan kulit kita kering hingga terkelupas. Atasi persoalan tersebut dengan menggunakan pelembab kulit dan lip balm.
2.  Gunakan pakaian khusus mendaki yang dapat menyerap keringat sekaligus mampu menjaga tubuh dari dinginnya udara pegunungan. Tidak disarankan menggunakan celana jeans, karena celana jeans lebih menyerap dingin dan cenderung susah kering jika terkena hujan. Disarankan menggunakan celana atau bawahan dengan bahan polysteir.
3.   Persoalan air bersih menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Keterbatasan akses terhadap air seharusnya tidak menghambat kita untuk tetap memiliki penampilan yang prima. Sediakan selalu tisu, baik tisu basah maupun tisu kering untuk beragam keperluan terutama menjamin kebersihan sanitasi yang sangat terbatas di lingkungan terbuka.  Pada malam hari atau waktu beristirahat tidur, pastikan tubuhmu dibersihkan terlebih dahulu untuk tetap menjaga kesehatan kulit. Jangan biarkan kamu terlelap dengan kulit kotor sepanjang perjalanan. Karena itu pentingnya persediaan tisu basah yang dapat menjadi penyelamat di tengah krisis air bersih.
4. Hal yang terpenting adalah pastikan kondisi tubuh prima, tetap berpikir positif untuk menyelesaikan perjalanan. Tujuan akhir bukanlah mencapai puncak gunung melainkan kembali ke rumah dengan selamat.
5.  Jangan terlalu sering menyentuh wajah
     Saat mendaki mungkin begitu banyak keringat yang mengucur di wajah, namun usahakan untuk tidak mengelapnya langsung menggunakan tangan kita. Hal ini untuk menghindari tumpukan kuman di wajah yang dapat membuat wajah lebih rentan pada iritasi kulit. Gunakan tissue (kering atau basah) untuk membersihkan kulit wajah.

Setelah kembali dari pendakian
1.    Setelah mendaki, jangan langsung basuh muka dengan air dingin
     Kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi pada perubahan suhu. Untuk itu setelah mendaki, aku biasanya menghindari mencuci muka dengan air dingin. Aku lebih memilih mengompres muka dengan handuk bersih yang dicelupkan di air hangat. Ini akan memberikan sensasi nyaman di kulit dan membuatnya terasa lebih dingin sesudahnya. Aku juga biasanya menghindari pemakaian facial foam yang banyak mengandung bahan kimia. Jadi aku hanya membersihkan muka dengan handuk dan air hangat saja.
2  Mengembalikan kulit yang belang dan terbakar. Setelah pulang dari perjalanan alam yang menyenangkan, pastikan kita meluangkan waktu untuk “me time”. Scrub atau lulur sangat dianjurkan untuk mengembalikan keseragaman warna kulit kita.
3.  Konsumsi air mineral dan jus buah untuk mempercepat pemulihan kulit dari dalam tubuh. Hindari menggaruk kulit meski gatal karena hanya akan mengelupas kulit lainnya dan meninggalkan bekas luka.

Jumat, 06 November 2015

Tips (Tetap) Kece Ketika Mendaki Gunung

Inilah sebagian kecil dari Seorang pendaki Kece *Maksa dikit [imagesource]


Siapa bilang pendaki itu identik dengan kekumelan, ketidak-molekan, ketidak-kecean, dan out fashion (gak yakin bahasa inggrisnya bener)? Siapa bilang hah? Siapa??

Pendaki masa kini udah beda banget lagi. Seiring berkembangnya jaman, makin banyak pendaki kece yang tidak lupa untuk tetap memperhatikan penampilannya meskipun di tengah-tengah hutan belantara. Eits, perlu dicatat, kece disini artinya bukan dandan maksimal ya. Sederhana, tapi tetap menawan. Kayak akuh..

Nah, buat kamu yang kepengen tetap kece pas lagi mendaki gunung, coba baca tips gak penting ini:

1. Outfit
Pastikan outfit kamu, setelan baju dan celana kamu matching. Gue sejatinya gak ngerti matching itu persisnya kayak gimana, tapi yang jelas, pakailah kaos yang ringan dan mudah kering, berwarna kalem seperti hijau lumut, merah maroon, biru laut, coklat tua, maupun hitam. Jangan putih. Gampang keliatan kotornya. Tapi kalau kamu yang emang pengen bikin pencitraan kalau naik gunung musti kotor-kotoran ya ndak papa. Hak kamu lah.

Perihal celana, pakailah celana yang diperuntukkan khusus buat naik gunung seperti celana berbahan tipis dan mudah kering. Celana kargo juga okay. Cari warna-warna setipe warna baju, kayak abu-abu, hitam, coklat, krem, atau biru. Jangan sekali-kali pakai celana jeans pas manjat gunung, selain berat kalau basah, juga gampang menyerap dingin. Selain celana jeans beberapa jenis pakaian yang harus dihindari ketika naik gunung antara lain jangan pakai hotpants, baju kurung, gaun malam, atau baju adat. Kamu bukan lady gaga, plus, bikin susah manjat. weka weka..

2. Tas ransel gunung (Carrier).
Fashion benar-benar merambah dunia pendakian dengan sangat sempurna, ini terlihat dari banyaknya model, design, tekhnologi dan warna tas carrier yang ada di pasaran. Tas ini didesain unik untuk disesuaikan dengan para pendaki serta memiliki berbagai macam kelebihan antara lain menghindari bungkuk dan menjadikan beban terasa lebih ringan. Dalam memilih branded pun hati-hati, tas ini ternyata mempunyai harga yang selangit, khususnya merk luar. Tapi, anda bisa mensiasatinya dengan memilih produk dalam negeri. Meskipun kualitasnya tidak sebagus merk luar, namun bisa dipastikan anda bisa tetap tampil modis, aman dan nyaman dengan produk dalam negeri ini.
 
3. Jaket
Segala jenis jaket yang ada dan diperuntukkan khusus buat manjat gunung kini juga semakin fashionable, tipis, tapi tetap hangat. Warna juga mulai beragam gak melulu item dan coklat. Paling the bestnya ya udah makin banyak jaket gunung yang waterproof dan windproof juga! Jadinya gak perlu beli dan bawa-bawa raincoat lagi! Soal harga? Gak usah ditanya, jawabannya sama kayak keril, semakin bagus barangnya semakin sakit hati abang. Mahal Vrohh!

Tapi kalau mau yang lumayan murah, produk merk lokal juga harganya lumayan murah. Masalah kualitas ya bersaing lah sama yang merk luar.

4. Sepatu atau Sandal Gunung
Penampilan yang modis stylish akan kurang tanpa alas kaki. Nah, maka dari itu, pilihlah alas kaki yang tepat yang khusus diperuntukkan untuk kegiatan pendakian. Memang sepatu atau sandal gunung memiliki harga yang relatif mahal, namun ini sebanding dengan keamanan yang ditawarkan. Bagaimana dengan modelnya? Jangan khawatir, kini modelnya pun beragam, dan yang pasti tidak mengurangi kekuatan dan keamanannya. Kalau anda belum mempunyainya, anda bisa mensiasatinya dengan menggunakan sepatu sneaker. Namun, tidak semua sneaker bisa digunakan untuk kegiatan pendakian, karena sepatu ini memang kurang aman.

5. Aksesoris
Aksesoris disini maksudnya adalah barang yang penting gak penting tapi biasanya jadi bawaan kita juga selama mendaki. Dan sedikit banyak menambah level kekecean kita kalau memakai barang-barang ini pada timing yang pas. Apa aja sih barang-barang itu?

- Kupluk
Aksesories satu ini berguna banget buat kita pakai pas malem hari dan mau tidur dalam tenda. Cari yang bisa nutupin kuping, karena kuping cepet dingin.

Penting!! Jangan dipakai pas siang-siang atau malam dan dikombinasikan dengan jaket motor maupun sarung. Kecuali kamu adalah mamang-mamang yang suka nawarin villa di puncak. Pillaa pillaaaaaaaa.......hhahhahaa :D

- Slayer
Sepotong kain bermotif dan punya banyak warna ini cukup populer di kalangan pendaki. Selain bisa jadi penutup jidat yang lebar, bisa juga jadi masker dadakan.

- Ruff
Jenis potongan kain lainnya yang selevel lebih tinggi dari slayer. Kain ini bisa jadi masker, bisa jadi penutup jidat, bisa jadi topi perompak, bisa jadi syal, bisa jadi gelang, bisa jadi sumber uang kalau kepepet dan kalau ada yang beli, bisa juga jadi suvenir pernikahan.

- Gelang, Kalung, Jam Tangan
Ya udah lah ya gak usah dibahas. Udah gede kan? udah tau kan itu yang namanya Gelang, Kalung dan juga Jam Tangan (Khusus Outdoor)

- Sarung tangan
Sebenernya sih benda ini sangat berguna kalau tebel dan kering. Selain bikin telapak tangan jadi anget, tangan kamu juga senantias bersih.

Kalau mau yang stylish banget sih boleh lah bawa sarung tangan yang biasa buat ngegym, tapi ya gak anget sama sekali.

-Sunglasses ( Kacamata outdoor )
Alias kacamata item. Kacamata ini dipakai sama orang yang jenis mukanya bagus banget baru bisa jadi kece. Tapi jujur aja, kalau orang yang jenis mukanya kayak kamu, kalau make kacamata item entah kenapa jadi keliatan macem tukang pijet keliling. :(( hahaha...

Kayaknya sih, kira-kira itu dulu ya yang bisa abang sampaikan di khotbah jumat malam ini. Ada salah-salah kata mohon dimaafkan yak! Karena kesempurnaan katanya hanya milik Tuhan dan kekurangan hanya milik orang-orang yang minder. Eaaaaa. *gebukin rame-rame*

Eh, mungkin ada yang punya resep obat ganteng atau obat cantiknya sendiri? Boleh di share dimari kakak..

Tips Mencegah Hipotermia

Cara mencegah Hipotermia ini sangat diperlukan dalam kegiatan pendakian gunung. Mendaki gunung memang memerlukan kesiapan fisik, mental, peralatan, pengetahuan dan perbekalan yang menunjang kegiatan tersebut. Dan banyak musibah yang terjadi karena kekurangan hal – hal tersebut di atas. Atau bisa juga karena minimnya pengetahuan tentang survival sehingga Hipotermia bisa melanda.

Yang terpenting dalam kegiatan mendaki gunung atau kegiatan di luar ( outdoor activity ) adalah persiapan dan pengetahuan. Salah satunya mengetahui faktor apa penyebab hipotermia, gimana mencegah hal itu terjadi, apa aja yang perlu dilakukan dan juga tindakan apa yang perlu dilakukan apabila mulai merasakan kedinginan.
CARA MENCEGAH HIPOTERMIA





1. Usahakan apabila mendaki gunung jangan memakai kaos dari katun. Bahan katun jika basah oleh keringat sulit keringnya. Ini biasanya menyebabkan menggigil kedinginan walaupun sudah memakai jaket tebal. Sebaiknya memakai bahan sintetis ( polyester / spandex / nylon ) yang menyerap keringat dan berlengan panjang. Memang masih bisa ganti kaos, tetapi di gunung yang sering hujan mengeringkan kaos jadi pekerjaan tersendiri. Mengeringkan menggunakan api unggun, sebaiknya jangan. Kasihan hutan kita. Cobalah mengurangi konsumsi kayu kecuali itu sangat darurat. Membawa satu baju tetapi tetap kering, akan sangat berbeda hasilnya dengan membawa 3 baju tetapi basah semua.

2. Membawa bekal yang cukup untuk mendaki gunung. Bekal praktis seperti coklat batangan, muesli bar, atau energy booster ( seperti gel dengan glukosa, biasanya dipakai para pesepeda ) sangat berguna sebagai cadangan makanan yang ringan dibawa dan menghasilkan energi yang baik. Juga biasakan mengamati sekitar, jika melewati air sungai atau daun – daunan yang kita kenali bisa dimakan apabila mendesak.

3. Menjaga tubuh tetap kering dan hangat. Salah satunya selalu membawa ponco atau Jas Hujan, bagaimanapun kondisinya. Kalau mempunyai baju dan jaket tahan air ( gore-tex based ) juga bisa
( tetapi ini mahal di harga ). Jangan lupa kaos tangan dan kaos kaki. Khusus kaos kaki membawa ekstra jika perlu. Agar saat melakukan olahraga Pendakian tangan dan kaki dalam kondisi selalu hangat.

4. Kalau berjalan sendiri siapkan piranti darurat komunikasi, kalau dengan teman harus saling menjaga. Handphone terkadang kurang efektif karena tidak adanya sinyal. Bawa alat darurat sinyal seperti peluit atau cermin. Biasakan saling memperhatikan pendaki lain ketika naik atau turun.

5. Jangan paksakan berjalan terus apabila kelelahan. Berhenti, pasang tenda dan membuat makanan atau minuman yang cepat dihidangkan, seperti teh manis atau sup instant. Paksakan walaupun kurang suka, karena makanan adalah sumber energi untuk tetap berjalan. Selain itu, makanan juga membuat tubuh menjadi hangat karena memulai metabolisme tubuh.

6. Membawa selimut darurat ( emergency blanket or space blanket ). Ini mungkin sudah ada di Indonesia. Bentuknya seperti lapisan aluminium foil yang tipis dan dipakai untuk menyelimuti tubuh. Fungsinya : membuat tubuh tetap hangat, merefleksikan sinar matahari dan tidak kehujanan. Space blanket ini hanya bersifat memantulkan panas tubuh. Untuk mendapatkan hasil maksimal bisa dibawa Bivy Sack yang terbukti lebih baik hasilnya. Bentuknya seperti selimut plastik, dengan berat sekitar 200 gram. Ditanggung lebih tahan lama dari space blanket.

7. Penghangat tubuh sementara ( body warmer ). Ini semacam plester tubuh apabila kedinginan. Biasa dipakai untuk yang melakukan olahraga ektrem di salju ( ski, ice climbing, mountaineering ) . Kelemahannya : hanya bisa dipakai sekali saja dengan durasi 12 jam. Karena bentuknya tipis dan ringan, biasanya diselipkan di jaket kalau kondisi cuaca dan badan memburuk. Sekali lagi saya ingatkan dengan alat yang memadai tapi tidak tahu bagaimana menggunakan, hasilnya juga tidak optimal. Jadi baca dan simak bagaimana melakukan teknik dasar survival di gunung. Bisa membaca, bertanya atau dari pengalaman yang terus diasah.

Rabu, 04 November 2015

12 Skill Survival Jungle


 Survival [imagesource]
Petualang dan penulis buku asal Amerika, Creek Stewart, terkenal dengan kalimatnya yang bilang bahwa bencana itu hanya masalah waktu. “Bukan apakah kita akan tertimpa bencana, tapi kapankah.” katanya dalam bukunya yang berjudul Build the Perfect Bug-Out Bag: Your 72-Hour Disaster Survival Kit.
Kamu nggak mungkin selamanya diam di rumah dan baru mau keluar kalau tempat yang kamu tuju ada di Foursquare. Sekali waktu pastilah kamu tergoda untuk bertualang ke pulau-pulau terpencil di seluruh penjuru Nusantara. Coba bayangkan segalanya tak berjalan sesuai rencana. Dirimu terdampar di pulau yang gak ada di peta. Dengan kondisi fisik dan peralatan yang terbatas, bisa gak kamu bertahan hidup? Gak usah muluk-muluk deh, bisa gak kamu melewatkan satu malam di alam liar?
Merasa tertantang? Baca dulu panduan bertahan hidup di bawah ini, yang udah Hipwee sarikan dari tulisan Creek Stewart:

Skill #1

Menemukan Lokasi Bermalam Yang Aman

Lokasi yang ideal via jantelagom.wordpress.com
Kamu mesti menemukan tempat yang kering dan tidak terletak lebih rendah dari permukaan tanah di sekitarnya. Hindari lembah dan area yang bisa dialiri air karena banjir bisa datang kapan saja. Pilih tempat yang jauh dari sarang serangga atau pohon-pohon lapuk. Kamu gak mau ditimpuk kayu saat tidur, ‘kan?

Skill #2

Mendirikan Shelter  Darurat

Tempat berlindung seadanya via www.cottonwoodinstitute.org
Ingat ya, ini sekedar tempat berlindung. Jadi jangan harap kamu akan menemukan kenyamanan ala di tenda. Hipotermia adalah pembunuh utama jika kamu terdampar di daerah bercuaca dingin seperti gunung. Supaya selamat, kamu butuh tempat berlindung yang terisolasi agar suhu badanmu tetap hangat.

Ranting yang ditutupi rumput dan daun via www.natureskills.com
Temukan beberapa cabang pohon yang cukup kuat untuk disusun sebagai tempat berlindung. Gunakan pohon yang masih berdiri sebagai tumpuan. Lapisi shelter kamu dengan daun atau ranting. Jangan lupa, lapisi juga lantainya dengan daun yang lebih lebar. Itu untuk mencegah panas tubuhmu diserap oleh tanah.

Skill #3

Menyalakan Api

Bundelan Api via wildernessawareness.org
Kamu dianjurkan menyalakan api menggunakan baterai. Baterai jenis apa aja bisa — kamu tinggal bikin arusnya jadi pendek. Hubungkan kutub (+) dan (-) dari baterai dengan kertas timah (dari bungkus rokok atau permen karet). Percikkan api yang akan tercipta ke bundelan yang terbuat dari benda kering dan lembut seperti akar, rumput, atau kain. Jaga apimu supaya tetap menyala. Siapkan kayu bakar.
Jika kamu gak punya baterai, kamu bisa menyalakan api dengan batu dan gesekan kayu.


Sklill #4

Membesarkan Api

Mulai dari yang kecil via uscrow.org
Setelah berhasil menyalakan api di bundelan, kamu butuh kayu dalam beberapa ukuran: sebesar tusuk gigi, cotton bud, dan pensil. Pertama-tama, siapkan balok kayu seukuran lenganmu sebagai alas bundelan. Kemudian, sandarkan kayu sebesar tusuk gigi dengan miring di atas bundelan tersebut — ini akan membentuk sudut yang bisa dilalui oksigen. Tambahkan kayu yang berukuran lebih besar satu per satu. Begitu seterusnya hingga api unggunmu siap.


Skill #5

Mencari Air Bersih

Embun dari pohon via bushcraftusa.com
Ada dua jenis air di alam liar: air yang bisa kamu minum dan air yang bisa membunuh kamu. Saat kamu ragu air itu bisa diminum atau nggak, pilihan terbaik kamu adalah memasaknya. Jika opsi memasak air gak ada di menu, kamu harus bergantung pada hujan dan embun karena air hujan dan embun gak perlu dimasak. Tampung air ketika hujan. Di pagi hari, usap embun di dedaunan dengan kain lap lalu peras kainnya di wadah penampung.
Akar-akar pohon dan beberapa jenis kaktus seperti sylibum (milk thistles) mengandung air di dalamnya. Kalau kamu sedang di luar negeri dan ada pohon mapel disekitarmu, sayat batangnya karena getah pohon mapel bisa jadi sirup berenergi buatmu.

Skill #6

Panen Air Dari Pohon

Seperti manusia, tumbuhan itu juga ‘berkeringat’ sepanjang hari. Proses menguapkan air ini namanya transpirasi. Untuk bisa memanen air bersih dan bisa diminum ini, kamu tinggal membungkus ranting pohon yang berdaun dengan plastik, lalu ikat plastiknya rapat-rapat. Dalam waktu beberapa jam air udah terkumpul di dalam plastik dan siap diminum.


Skill #7

Mencari Tumbuhan Yang Bisa Dimakan

Rebung atau tunas bambu via alamdesamerbabu.blogspot.com
Dalam situasi dimana tujuan utamamu adalah bertahan hidup, gak usah muluk-muluk berniat berburu hewan liar. Jangankan rusa, kelinci aja susah ditangkap. Gantungkan hidupmu pada hewan-hewan kecil kayak ikan, katak, atau kadal. Namun, pilihan paling aman adalah menyantap tumbuhan. Pisang dan nanas sangat mudah ditemukan di hutan Indonesia. Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi rotan, rebung, daun semanggi, dan paku-pakuan. Tambah wawasan kamu soal makanan di alam liar dari buku-buku panduan.


Skill #8

Berburu Dengan Tombak

Tombak Buatanmu via bushcraftusa.com
Ketika hasrat karnivoramu udah gak bisa dibendung lagi, buatlah tombak bermata empat yang akan jauh lebih efektif dalam menangkap ikan dan hewan buruan lain daripada tombak bermata tunggal. Caranya, tebas kayu pohon sehingga panjangnya sama dengan tombak pada umumnya dan diameternya kira-kira 2,5 sentimeter. Belah salah satu ujungnya jadi empat bagian, masing-masing sepanjang 25 cm. Sempalkan kayu atau batu kecil agar empat bagian tadi terpisah. Tajamkan ujung-ujungnya. Jadilah tombak bermata empat hasil kerja keras tanganmu.


Skill #9

Membaca Kompas Alam

Ketika kompas bukan lagi pilihan via blog.eurekatent.com
Jika GPS dan kompasmu rusak (atau lupa kamu bawa), dengan mudah kamu bisa menentukan arah timur dan barat dari posisi matahari terbit dan terbenam. Jika kamu menggunakan jam tangan analog, hadapkan jarum jam ke arah matahari. Tarik garis imajiner diantara jarum jam dan angka 12 — itu adalah garis yang menghubungkan utara dan selatan.

Skill #10

Membaca Rasi Bintang













Menemukan Polaris via astrobob.areavoices.com
Cari paling mudah untuk menentukan arah mata angin setelah matahari terbenam ialah menemukan rasi bintang Beruang Besar. Rasi ini dikenal juga dengan nama Gayung Besar. Istimewanya, ketika rasi bintang lain berputar dan ‘berpindah’ sepanjang malam rasi bintang ini tetap berada di utara.
Ciri-ciri gugusan bintang ini adalah terdiri dari 7 bintang dan berbentuk gayung. Nah, di seberang Gayung Besar terdapat gugusan bintang Gayung Kecil, yang seperti namanya berukuran lebih kecil dan nggak sebenderang Gayung Besar. Di ujung ‘gagang’ Gayung Kecil terdapat Polaris a.k.a. North Star: arah utara yang paling hakiki. Di daerah khatulistiwa seperti Indonesia, North Star bisa ditemui di dekat garis horizon.

Skill #11

Membuat Simpul Bowline

Pastinya kuat menahan berat badan kamu. via astrobob.areavoices.com
Beruntung jika kamu dulu rajin ikut kegiatan pramuka: anak-anak pramuka simpul ini sebagai simpul bendera. Bagi kamu yang belum tahu, simpul ini berguna banget untuk mengikat dan menahan beban. Semakin berat beban yang ditahannya, semakin kencang simpul itu mengikat. Pelajari step-by-step cara menyipul Bowline di sini.


Skill #12

Mengirim Sinyal S.O.S.

Mengirim asap via www.mapleleafsurvival.com
Pada suatu waktu, mungkin karena kondisi fisik, satu-satunya harapanmu adalah menunggu pertolongan. Pastikan kamu berada di tempat terbuka seperti padang rumput atau puncak bukit agar kamu mudah dilihat dan dievakuasi. Pilihan pertama membuat sinyal ialah dengan kepulan asap dari api. Harap diingat: ini bukan soal api gede doang, tapi juga gimana caranya asap yang kamu hasilkan bisa mengepul tebal sehingga menarik perhatian pesawat atau kapal yang lewat. Jadi ketika api yang kamu buat udah membara, tumpukkan dedaunan dan rumput yang masih hijau dan lembab di atasnya. Asap akan mengepul tebal. Walaupun hanya bertahan 10-15 detik, itu akan cukup untuk menarik perhatian.
Memantulkan cahaya via www.artofmanliness.com
Pilihan kedua adalah menggunakan sinyal dari cermin. Bahkan refleksi dari cahaya bulan bisa dilihat dari jarak hampir 160 kilometer, lebih jauh jangkauannya daripada senter. Manfaatkan benda apapun yang bisa memantulkan cahaya seperti spion atau layar ponsel. Kuncinya ialah mengarahkan pantulan cahaya secara tepat, dan ini cukup mudah. Arahkan cermin yang kamu punya ke matahari atau bulan (tidak secara langsung, tapi dimiringkan sedikit) hingga kamu melihat pantulan cahaya di permukaan cermin tersebut. Ketika kamu melihat kapal atau pesawat lewat, bikin salam peace dengan salah satu tangan kamu, dan “letakkan” kapal atau pesawat nan jauh disana itu di antara dua jari damai tadi. Kemudian gerakin pemantul cahaya maju dan mundur dibelakang salam peace kamu.

Beberapa skill di atas membutuhkan latihan dan kekuatan memori otak. Gak ada salahnya kamu pelajari dulu di rumah, lalu ajak seorang teman untuk bertualang ke hutan atau gunung sekaligus kalian latihan. Praktekin semua skill yang kamu tahu. Jangan lupa kasih info ke mana kalian bertualang kepada keluarga, teman, dan petugas setempat, ya.

HOME

POPULAR POSTS

SoloPendaki. Diberdayakan oleh Blogger.