Berani Melangkah Satu Langkah Kelangkah Berikutnya

Rabu, 04 November 2015

Tips Packing Carrier yang Benar

TIPS PACKING YANG BENAR
Cara Packing Untuk Naik Gunung Yang Benar- Seperti yang selalu saya katakan, bahwa mendaki gunung perlu pengetahuan yang cukup dan persiapan yang matang. Salah satu hal yang harus diketahui oleh para pendaki adalah cara packing barang kedalam tas gunung atau yang biasa disebut tas carrier dengan benar. Apabila dalam packing barang-barang bawaan kedalam tas carrier salah, maka bisa menyebabkan tas menjadi berat atau juga tas menjadi tidak seimbang. Jika hal tersebut terjadi tentu akibatnya akan membahayakan si pendaki itu sendiri.
Cara Packing Tas Untuk Naik Gunung Yang Benar
Ilustrasi Packing Barang Untuk Naik Gunung
Jadi dalam packing barang bawaan ke dalam tas gunung atau tas carrier harus benar-benar diperhatikan. Dibawah ini adalah cara atau teknik dalam melakukan packing ketika akan naik gunung yang benar.

1. Lapisi Tas Gunung/Carrier Dengan Trash Bag
Sebelum memasukan barang-barang ke dalam tas, sebaiknya gunakan trash bag untuk melindungi semua barang bawaan dari air. Setiap tas kebanyakan memang sudah dilengkapi dengan cover bag, namun jika intensitas hujan terlalu tinggi bisa saja air masuk kedalam tas. Oleh karena itu agar barang bawaan benar-benar aman dari air, maka gunakanlah trash bag.

2.Gunakan Matras Sebagai frame
Ada sebagian orang yang meletakan matras diluar tas. Namun alangkah baiknya matras tersebut diletakan melingkar didalam tas sebagai frame. Dengan diletakan didalam tas, maka akan membentuk tas menjadi lebih rapi dan tegak. Selain itu akan memudahkan dalam menyusun barang-barang ke dalam tas.

3. Jangan Meletakan Barang Terberat Di Bagian Paling Bawah
Apabila barang terberat diletakan di bagian paling bawah dari tas, maka tas menjadi lebih berat. Oleh karena itu barang bawaan seperti air usahakanlah paling tidak diletakan di tengah.

4. Urutkan Barang Sesuai Dengan Tingkat Kebutuhanya

 Packing Carrier [imagesource]
Dalam packing barang untuk naik gunung maka barang yang jarang digunakan seperti baju ganti atau sleeping bag letakkanlah di paling bawah. Sedangkan barang yang biasanya digunakan sewaktu-waktu seperti mantel diletakan di paling atas. Hal tersebut sangat beralasan, bayangkan saja jika hujan tiba-tiba datang sedangkan mantel berada dipaling bawah, maka sobat harus membongkar semua barang. Kalau saya sendiri biasaya menempatkan baju ganti dan sleeping bag dipaling bawah, kemudian air, alat masak dan logistik berada diatasnya. Setelah itu baru barang-barang seperti mantel, alat penerangan, P3K berada di paling atas.

5. Tas Harus Seimbang
Barang-barang yang dimasukan kedalam tas, harus ditata sedemikian rupa sehingga tas menjadi seimbang. Kondisi tas yang tidak seimbang, akan membahayakan pendaki saat melewati jalur yang terlalu terjal ataupun yang dekat dengan jurang. Cara menentukan tas carrier seimbang atau tidak adalah tas tersebut harus bisa berdiri tanpa disandarkan. Kemudian berilah sedikit pukulan pada tas, jika tas roboh maka tas tersebut belum seimbang.

6. Jangan Biarkan Ruang Kosong
Barang-barang yang memiliki ruang seperti toples atau gelas jangan dibiarkan kosong. Isilah barang-barang tersebut dengan barang lainya seperti roti, mie instan atau lainya.



7. Hindari menggantung benda di luar ransel.
 Matras ataupun benda lainnya sebaiknya jangan diletakkan di luar ransel. Menggantungkan benda di luar ransel selain kurang rapi juga beresiko tersangkut semak atau sejenisnya sehingga akan mengganggu perjalanan

Nah itu tadilah cara mempacking barang-barang kedalam tas carrier ketika akan mendaki gunung. Dengan melakukan packing secara benar, maka tentu akan memudahkan anda dalam perjalanan. Selain itu juga mengurangi resiko untuk kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
 

Selasa, 03 November 2015

Tips Mendaki Gunung Saat Musim Hujan


Keinginan untuk mendaki gunung terkadang tidak memandang musim. Entah musim kemarau atau hujan sekalipun, tak bisa dipungkiri oleh pendaki gunung manapun.

Berikut beberapa tips-tips yang bisa diikuti agar perjalanan pendakian anda terasa lebih menyenangkan meskipun disaat hujan.

1. Bawa Payung
Payung sangat praktis sekali, bawalah payung lipat yang ukuran kecil dan ringan serta ringkas. Dengan membawa payung ini anda terkadang tidak perlu harus memakai jas hujan atau rain coat. Yang jelas berjalan dibawa hujan dengan payung akan lebih nyaman dibandingkan jika anda memakai rain coat atau jas hujan yang pasti akan menimbulkan faktor kondensasi yang membuat badan anda basah oleh keringat.

2. Siapkan Ponco atau Jas Hujan
Jika sudah ada tanda - tanda air hujan akan turun, segera kenakan jas hujan atau ponco. Gunanya tentu untuk melindungi tubuh terkena langsung air hujan yang turun deras.

3. Botol Tempat Minum
Botol tempat minum selain dipakai untuk menyimpan air minum, juga bisa dipakai sebagai media pengering kaos kaki basah anda. Caranya sewaktu anda sudah berada di lokasi tempat anda akan menginap, isilah botol anda dengan air panas, lalu peras kaos kaki basah anda hingga terbuang kandungan airnya (hingga lembab) kemudian gulungkan kaos kaki tersebut pada botol yang sudah terisi air panas. Memang akan menimbulkan bau tapi keesokan harinya kaos kaki anda sudah bisa dipakai lagi. Botol yang bagus sekali untuk ini adalah botol yang terbuat dari almunium, tapi botol plastik juga bisa berfungsi dengan baik.

4. Bawa Kertas Koran
Bawalah kertas koran secukupnya, kerta koran ini bisa digunakan untuk mengerikan bagian dalam sepatu anda dengan cara memasukan gumpalan-gumpalan kertas koran, jika bagian dalam sepatu anda kondisinya sangat basah sekali maka jangan lupa untuk mengganti gumpalan koran beberapa kali agar kertas koran tersebut tidak menjadi hancur dan mengotori bagian dalam sepatu anda.

5. Rain Cover
Meskipun ransel bahannya terbuat dari bahan yang tahan air, akan tetapi air akan tetap bisa masuk melalui celah jahitan, jangan lupa untuk selalu membawa rain cover untuk ransel anda, bawalah yang pas dengan ukuran ransel anda. Rain cover yang kebesaran akan membuat air terkumpul pada bagian bawahnya dan akan merendam bagian bawah dari ransel anda.

6. Gunakan Gaiter
Saat musim penghujan biasanya binatang pacet akan mulai bermunculan. Tentunya ini akan menjadi rintangan sendiri yang harus dihadapi pendaki. Dengan memakai gaiter, setidaknya dapat mengurangi serangan binatang pacet yang sering menempel di kaki.

7. Kantong Plastik
Sebelum memasukan barang anda kedalam ransel lapisi bagian dalam ransel anda terlebih dahulu dengan plastik besar (seukuran plastik sampah) dan baru masukan barang-barang anda setelah itu. Agar lebih aman lagi barang-barang yang akan dibawa bungkus juga dengan kantong plastik. Ini akan mencegah barang-barang anda menjadi basah.

8. Tenda Bervestibule (berteras)
Ada baiknya anda membawa tenda yang mempunyai vestibule atau teras agar anda tetap bisa memasak dengannyaman meskipun kondisi saat tersebut sedang hujan. Dan bagian dalam tenda anda tidak akan terkontaminasi oleh uap kondensasi yang dihasilkan oleh kompor anda saat memasak makanan.

9. Bawalah Bekal Makanan Yang Banyak
Saat hujan tiba, perut akan lebih sering merasa lapar. Demi tubuh sehat dan tidak mudah sakit, bawalah makanan yang cukup untuk pendakian. Jangan sampai Anda kelaparan di tengah hujan dan pendakian.

Semoga beberapa tip-tip diatas bisa bermanfaat buat anda yang akan mendaki di musim hujan. Hujan bukanlah halangan untuk tetap bertualang di alam bebas.

Tips untuk pertama Kali mendaki Gunung

Mendaki gunung sudah menjadi tren pada masa kini. Banyak pendaki kekinian dengan beragam gaya dan asesorisnya. Dan di samping itu mulai tumbuh pendaki - pendaki pemula yang ingin mencoba merasakan apa enaknya menjadi pendaki gunung. Ada yang salah? Tentu tidak, asalkan bagi yang ingin mendaki gunung untuk pertama kalinya mau belajar tentang dunia barunya, yaitu dunia pendakian gunung.




Ada batasan - batasan yang perlu diperhatikan bagi pendaki gunung supaya tidak menimbulkan kerepotan bagi orang lain. Jangan sampai mendaki gunung menjadi tangis kesedihan keluarga karena orang yang dicintainya mengalami musibah di gunung.

Ingin mendaki gunung untuk pertama kalinya? Baca dulu tipsnya berikut ini.

1. Tetapkan motivasi naik gunung, kegiatan naik gunung adalah kegiatan di alam terbuka, di daerah yang tidak lazim dihuni manusia, untuk itu motivasi naik gunung harus jelas, dan wajib kembali ke rumah dengan selamat.

2. Pastikan gunung yang akan didaki adalah gunung yang biasa didaki manusia, jalurnya jelas, musimnya juga jelas musim pendakian bukan musim recovery. Sebaiknya gunung yang didaki untuk pertama kali adalah gunung dengan tingkat kesulitan rendah dan biasa didaki oleh pemula.

3. Jalur yang dipakai untuk mendaki adalah jalur resmi, bukan jalur penduduk setempat atau jalur rescue yang memerlukan skill atau teknik tertentu.

4. Lakukan perizinan ke pihak pengelola yang mempunyai wewenang, pastikan juga kapan kembali dan lewat mana.

5. Pastikan kondisi tubuh sehat walafiat dan mempunyai pikiran yang waras, jangan sampai tubuh sehat tapi pikiran tidak waras, misalnya sedang stress atau sedang mempunyai keinginan untuk bunuh diri, hal ini hanya akan menjadikan masalah dan merepotkan tim SAR.

6. Sebaiknya jika Anda pemula maka naik gunung pertama kali bersama orang yang profesional sehingga bisa langsung belajar bagaimana naik gunung yang baik dan benar. Jika tidak ada teman yang profesional maka pelajari panduan - panduan yang lazim dan sebaiknya mengajak Guide atau Pemandu Gunung.

7. Lakukan perjalanan sesuai aturan yang berlaku, jangan membuat jalur sendiri.

8. Jaga kebersihan, bawa kembali sampah turun, dan hormati kearifan lokal setempat.

9. Alam punya aturan dan aksi yang tidak bisa dikendalikan manusia, jika terjadi cuaca yang ekstrim bagi manusia maka yang harus dilakukan adalah berhenti dan berlindung hingga cuaca baik, jika cuaca sudah baik bisa melanjutkan perjalanan atau kembali. Wajib diingat adalah jangan berjalan pada kondisi cuaca buruk.

10. Bawa peralatan yang sesuai dengan standar kesalamatan, ingat bahwa gunung adalah tempat yang tidak lazim dihuni manusia, dalam waktu yang singkat mungkin akan menikmati, tatapi tersesat dalam waktu yang lama di tempat yang tidak lazim dihuni manusia adalah kesengsaraan yang bisa berakibat kematian.

Pedoman bagi pendaki pemula tersebut sepertinya sudah sering didengar, tetapi sering juga diabaikan. Biasanya akan diingat ketika sudah terjadi musibah. Pendaki pemula sebaiknya ikuti pedoman - pedoman yang berlaku demi keselamatan dan demi orang - orang yang yang dicintai yang menanti di rumah. Pastikan bahwa berangkat naik gunung dengan selamat, dan pulang dengan selamat.

  
Sumber : BelantaraIndonesia.org

Senin, 02 November 2015

Daftar Gunung di Indonesia

Gunung di Jawa
                      Gunung Semeru, Malang [imagesource]
* Gunung Anjasmara (2.277 m)
* Gunung Argapura (3.088 m)
* Gunung Arjuno (3.339 m)
* Gunung Bromo (2.392 m)
* Gunung Bukit Tunggul (2.208 m)
* Burangrang (2.057 m)
* Gunung Cereme (3.078 m)
* Gunung Cikuray (2.818 m)
* Gunung Galunggung (2.167 m)
* Gunung Gede (2.958 m)
* Gunung Guntur (2.249 m)
* Gunung Karang (1.245 m) sekitar 40 KM selatan Pandeglang
* Gunung Kembar I (3.052 m)
* Gunung Kembar II (3.126 m)
* Gunung Lasem (806 m) Rembang Jawa Tengah
* Gunung Lawu (3.245 m)
* Gunung Semeru (3.676m) gunung tertinggi di pulau Jawa dan gunung berapi ketiga tertinggi di Indonesia
* Gunung Malabar (2.343 m)
* Gunung Masigit (2.078 m)
* Gunung Merapi (2.911 m)
* Gunung Merbabu (3.145 m)
* Gunung Muria (1.602 m)
* Gunung Pangrango (3.019 m)
* Gunung Papandayan (2.665 m)
* Gunung Patuha (2.386 m)
* Gunung Penanggungan (1.653 m)
* Gunung Raung (3.332 m)
* Gunung Salak (2.211 m)
* Gunung Slamet (3.432 m)
* Gunung Sumbing (3.336 m)
* Gunung Sundara (3.150 m)
* Gunung Tangkuban Perahu (2.084 m)
* Gunung Ungaran (2,050 m)
* Gunung Wayang (2.181 m)
* Gunung Welirang (3.156 m)
* Gunung Wilis (2.552 m)
Gunung di Kalimantan
* Gunung Palung (1.116 m) Kalimantan Barat
* Gunung Raya (2.278 m) Kalimantan Tengah
* Gunung Liangpran (2.240 m) Kalimantan Timur
* Gunung Halau (1.892 m) Kalimantan Selatan
Gunung di Sulawesi
                 Gunung Latimojong, Sulawesi [imagesource]
* Gunung Awu (1.320 m) Kepulauan Sangihe
* Gunung Lokon (1.689 m)
* Gunung Klabat
* Gunung Mekongga (2.620 m)
* Gunung Mahawu
* Gunung Bawakaraeng (2.705 m)
* Gunung Latimojong (3.680 m)

Gunung di Sumatra

* Gunung Dempo (3159 m) Sumatra Selatan
* Gunung Kerinci (3.805 m) Jambi gunung tertinggi di Sumatra, kedua di Indonesia dan gunung berapi tertinggi di Indonesia
* Sibayak (2.212 m) Sumatra Utara
* Gunung Pesagi (2.262 m) Lampung
* Gunung Singgalang (2.877 m) Sumatra Barat
* Gunung Marapi (2,891.3 m) Sumatra Barat
* Gunung Talamau (2,912 m) Sumatra Barat
* Gunung Tandikat (2438 m) Sumatra Barat
* Gunung Leuser (3172 m) NAD
* Gunung Perkison (2300 m) NAD
Bali & Nusa Tenggara
                       Gunung Rinjani, NTB [imagesource]

* Gunung Agung (3.142 m) di Bali

* Gunung Ebulolobo (2,123)
* Gunung Inielika (1,559)
* Gunung Kondo (2,947)
* Gunung Nangi (2,330)
* Gunung Rinjani (3.726 m) di Lombok, gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia
* Gunung Sangeang (1,949)
* Gunung Tambora (2.850 m) di pulau Sumbawa
* Gunung Anak Ranakah (2,402)
* Gunung Ebulabo (2,123)
* Gunung Egon (1,703)
* Gunung Iliboleng (1,659)
* Gunung Iliwerung (1,486)
* Gunung Inerie (2,230)
* Gunung Keknemo (2,070)
* Gunung Kelimutu (1,385)
* Gunung Lewotobi Laki-laki (1,584)
* Gunung Lewotobi Perempuan (1,703)
* Gunung Lewotolo (1,319)
* Gunung Loreboleng (1,117)
Gunung di Papua
Gunung Carstens, Papua [imagesource]

* Gunung Puncak Carstenz Pyramid(4,884 m.dpl) merupakan gunung tertinggi di Indonesia.
* Gunung Puncak Jaya(4,860 m.dpl)
* Gunung Puncak Trikora(4,730 m.dpl)
* Gunung Puncak Idenberg (4,643 m.dpl)
* Gunung Dom (1,332 m.dpl)
* Gunung Derabaro (4,150 m.dpl)
* Gunung Yamin (4,595 m.dpl)
* Gunung Yaramamafaka (3,370 m.dpl)
* Gunung Redoura (3,083 m.dpl)
* Gunung Togwomeri (2,680 m.dpl)
* Gunung Mandala (4,640 m.dpl)
* Gunung Ngga Pilimsit(4,717 m.dpl)
* Gunung Foja (1,800 m.dpl)


* Gunung Cyrcloop (2,034 m.dpl)
Tempat lainnya
* Gunung Batusibela (2.111 m) di pulau Bacan kepulauan Maluku
* Krakatau di Selat Sunda
* Gunung Pangrango (3019 m) di puncak,Gunung tertinggi ke 2 di Jawa barat

Minggu, 01 November 2015

Alasan Kenapa Harus Naik Gunung Sekali Seumur Hidup

            Memang benar, setelah merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli berbagai perlengkapan naik gunung, kita masih harus menghabiskan tenaga untuk trekking yang pastinya sekitar berkilo-kilo meter jauhnya. Belum lagi kita harus berhadapan dengan risiko keadaan alam yang cukup berbahaya dan sesampainya di puncak, kita ‘cuma’ mendapatkan pemandangan yang indah. That’s it.
Tapi buat kamu yang punya pemikiran seperti itu dan belum pernah merasakan sensasi naik gunung yang sesungguhnya, segeralah ubah persepsimu. Di balik hal-hal tak berguna yang sudah disebutkan tadi, ada beberapa pelajaran dan pengalaman berharga yang hanya bisa kamu rasakan setelah benar-benar menaiki gunung dengan kedua kakimu. Berikut adalah alasan-alasan kenapa kalian harus mendaki gunung setidaknya sekali seumur hidup.

1. Naik gunung mengajarkan kita untuk teliti dan cermat

Mendaki gunung bukanlah rekreasi-rekreasi seperti ke pantai atau taman hiburan yang bisa kamu lakukan setiap saat dan langsung berangkat begitu saja. Perlu yang namanya persiapan mulai dari fisik hingga perbekalan yang memadai. Maka dari itu kita dituntut untuk cermat memilih barang  dan konsumsi apa saja yang harus dibawa karena setelah berada di atas sana, kita benar-benar akan dilepas dari peradaban dan harus bisa survive dengan apa yang kita miliki. Namun membawa terlalu banyak barang dan makanan pun bisa berujung pada overload yang nantinya merepotkan kita untuk melakukan pendakian. So, ketelitian adalah hal pertama yang akan jadi pelajaran kamu ketika naik gunung.
Belajar Teliti dan Sabar
Belajar ketelitian dan cermat [imagesource]
Mendaki gunung juga dibutuhkan perhitungan yang cukup teliti. Misalnya saja kita harus bisa memperkirakan apakah perbekalan yang kita bawa akan cukup untuk survive selama beberapa hari. Kita juga harus mampu memprediksi waktu kapan kira-kira kita akan sampai pos pendakian untuk beristirahat dan mendirikan tenda. Perhitungan-perhitungan tersebut akan mampu mengajarkan kita untuk lebih teliti dan cermat

2. Mendaki gunung mengajarkan kita arti kesabaran

Belajar arti kesabaran [imagesource]
Jika kita sudah menetapkan puncak sebagai tujuan pendakian maka kita harus mau untuk bersabar. Kita harus bersabar untuk melangkahkan kaki, langkah demi langkah untuk bisa sampai ke tujuan: puncak. Sabar memang menjadi salah satu kunci seseorang untuk meraih kesuksesan. Namun tidak banyak orang yang benar-benar bisa menerapkan konsep kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mendaki gunung kita akan benar-benar bisa meresapi apa arti kata sabar yang sesungguhnya

3. Berhenti Jadi Robot

Di zaman modern ini, sebagian besar masyarakat dituntut untuk menjadi ‘robot’ yang setiap harinya kerja dari pagi hingga sore atau malam, lalu mengulanginya lagi dan lagi setiap hari. Memang benar tuntutan ekonomi jadi alasan utama kita rela untuk melakukan aktivitas membosankan tersebut, namun tak ingin kah kalian sesekali berhenti jadi robot dan meraskan seperti apa rasanya hidup yang sesungguhnya itu?
Berhenti jadi robot
Berhenti jadi robot [imagesource]
Dengan berlibur, atau lebih tepatnya naik gunung, kita akan dibuat lupa dengan yang namanya stres harian atau tuntutan kerja yang sudah seperti menempel di otak. Kita bahkan bisa bertemu dengan orang-orang baru yang punya pandangan berbeda-beda ketimbang teman duduk di bangku kantor yang itu-itu saja. So, refreshing sesekali dan naik gunung adalah jawaban yang tepat banget buat kamu yang benar-benar ingin ‘hidup’.

4. Mendaki gunung membuat kita lebih menghargai ciptaaan Tuhan

Barang-barang elektronik seperti komputer, gadget, kamera, merupakan karya cipta manusia yang semakin hari semakin pintar. Namun itu semua tak ada tandingannya dengan ciptaan Tuhan yang ada di dunia ini. Salah satu mahakaryaNya bisa kamu saksikan secara nyata dengan kedua mata dan seluruh tubuhmu ketika kamu naik gunung.
Menghargai Ciptaaan Tuhan
Menghargai Ciptaaan Tuhan [imagesource]
Pemandangan yang kamu lihat sepanjang perjalanan mendaki gunung atau ketika sudah berada di puncak adalah sebuah hal yang tak bisa dibeli dengan uang sebesar apapun maupun digambarkan dengan kata-kata seindah apapun. Percayalah, meskipun kamu orang yang malas dan tak terlalu peduli pada yang namanya kebersihan, ketika sudah berada di atas sana kamu akan berubah secara sendirinya.
Hati siapa yang tak tergerak ketika melihat ada sampah berserakan di antara keindahan alam yang tengah kita kunjungi atau nikmati? Dari situlah sense kita secara perlahan akan ditempa untuk lebih menjaga keindahan alam supaya bisa terus dinikmati oleh generasi kita selanjutnya.

5. Mendaki gunung mengajarkan kita arti perjuangan

Beberapa orang dianugerahi kehidupan yang mencukupi bahkan lebih-lebih sehingga semuanya serba tersedia dan ada untuk mereka. Benar saja mereka bisa meraih cita-cita atau impian dengan bantuan fasilitas yang sudah tersedia, namun hal itu akan menghilangkan makna perjuangan yang sesungguhnya.
Memahami Arti Perjuangan
Memahami Arti Perjuangan [imagesource]
Mendaki gunung akan membuat kamu merasakan pahit manisnya sebuah perjuangan. Sejauh mana kedua kakimu bisa terus melangkah melawan rasa letih dan malas ketika naik gunung? Di situlah arti sesungguhnya dari sebuah perjuangan akan kamu temukan. Tak bisa digambarkan dengan kata-kata memang, just do it and you’ll understand!

6.  Mendaki Gunung Mengajarkan Untuk Hidup Mandiri

Jika kita terbiasa hidup enak dan semuanya serba tersedia, maka mendaki gunung akan benar-benar memaksamu berubah. Bayangkan saja, di atas sana tak ada yang namanya listrik, sinyal handphone pun susah didapat, lalu jangan harap juga ada toko makanan yang tersedia untukmu. Dengan kata lain kita harus belajar menjadi orang yang benar-benar mandiri dalam menghadapi situasi apapun.
Belajar Mandiri
Belajar Mandiri [imagesource]
Ketika malam tiba, kamu tak akan bisa tidur di sembarang tempat karena kondisi tanah yang pastinya buruk dan belum lagi udara dingin menusuk tulang yang bisa membahayakan kesehatan. Maka dari itu kita harus bisa atau tahu caranya mendirikan tenda, lalu memasak sendiri makanan atau minuman dengan peralatan yang (seharusnya) kita bawa. Setelah pagi tiba, sebelum melanjutkan perjalanan, kita harus melipat lagi tenda dan sleeping bag yang telah kita gunakan, yang mana hal itu bukanlah perkara mudah. So, semua tentang mendaki gunung itu sangat penting untuk menempa kemandirian kita.

7. Naik gunung mengajarkan kita untuk fokus

Setiap orang pasti punya yang namanya tujuan atau cita-cita. Untuk meraihnya, kita akan dihadapkan dengan berbagai rintangan, baik itu berat maupun ringan. Ada kalanya kita menyerah mengejar impian itu karena kewalahan dengan cobaannya, sehingga akhirnya mengganti fokus tujuan kita dengan hal lain, lagi dan lagi.
Belajar Fokus
Belajar Fokus [imagesource]
Mendaki gunung adalah sebuah pengalaman berharga yang akan mengajarkanmu untuk belajar fokus dengan satu tujuan, yakni sampai di puncak. Titik. Seberat dan sejauh apapun trekking yang akan kita hadapi di tengah prosesnya, kita dipaksakan untuk tetap fokus pada puncak gunung, tak ada lainnya. Namun percayalah, pelajaran ini juga sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di mana kita tak boleh begitu saja menyerah sebelum benar-benar mencapai tujuan yang kita inginkan. Jadi raihlah impianmu sampai ke puncak! Dari sekian alasan di atas kamu pasti sekarang tertantang untuk naik gunung kan? Well, saat ini beberapa gunung sudah seperti tempat wisata yang bisa dikunjungi dengan perlengkapan ala kadarnya. Namun percayalah, kamu tetap akan dituntut untuk menggerakkan kakimu supaya tidak malas hingga akhirnya sampai tujuan. So, setidaknya pergilah ke gunung setidaknya sekali dalam seumur hidup. Trust me, you won’t regret it!

8. Mendaki gunung mengajarkan tentang hidup yang fluktuatif

Belajar hidup fluktuatif [imagesource]
Hidup ini memang seperti roda. Kadang diatas kadang dibawah. Mendaki gunung akan mengajarkan kita untuk memahami konsep hidup yang simple ini. Track pendakian tidak melulu lurus dan datar. Track pendakian terdiri atas tanjakan dan turunan. Ada saat dimana kita harus berjuang dengan peluh saat melewati tanjakan, ada saat dimana kita bisa berjalan lebih santai saat melewati track yang nenurun. Di dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering dihadapkan pada masalah yang serupa. Kadang santai kadang harus berpusing ria.

9. Mendaki Gunung Akan Membuat Kamu Lebih Mecintai Indonesia

 Keindahan gunung diIndonesia [imagesource]
Indonesia adalah negara cantik dengan keindahan alam yang tiada duanya. Saat di puncak gunung kamu akan disuguhi oleh indahnya pemandangan alam yang mempesona. Sebagai contoh adalah indahnya pemandangan yang disuguhkan oleh puncak Rinjani. Hamparan biru danau Segara Anak serta Gunung Barujadi ditengahnya. Itu hanyalah sebagian kecil dari keindahan alam Indonesia. Tak heran jika banyak pendaki yang dengan bangga mengibarkan bendera merah putih ketika berhasil sampai ke puncak

HOME

POPULAR POSTS

SoloPendaki. Diberdayakan oleh Blogger.